Loading...
13/09/2011#
{78-79} [...] Ratusan tahun setelah kelahiran sinema, cara pandang sinematik dalam melihat dunia, penstrukturan waktu, menarasikan sebuah cerita, menghubungkan pengalaman satu dengan lainnya, telah menjadi alat dasar dimana pengguna komputer dapat mengakses dan berinteraksi dengan seluruh data kultural. Dalam pengertian ini, komputer memenuhi janji sinema sebagai visual Esperanto—sebuah tujuan yang dipikirkan oleh banyak seniman dan kritikus pada 1920an, Mulai dari Griffith sampai Vertov. Bahwasanya, sekarang jutaan pengguna komputer berkomunikasi satu sama lain melalui interface komputer yang sama. Dan bertentangan dengan sinema, dimana kebanyakan dari "pengguna" mampu untuk "mengerti" bahasa sinema tetapi bukan "berbicara" tentang itu (misal, membuat filem), semua pengguna komputer dapat "berbicara" bahasa yang digunakan oleh interface. Mereka adalah pengguna aktif dari interface, menggunakannya untuk mengerjakan banyak hal: mengirim e-mail, meyusun berkas, menjalankan banyak aplikasi, dan seterusnya. [...] — Manovich
12/09/2011#

Le Mépris

[issuu width=550 height=321 embedBackground=%23c93f36 shareMenuEnabled=false backgroundColor=%23222222 documentId=110415212016-37929471065f444498aabd537ef5086b name=contempt username=i-mazine tag=contempt unit=px id=f50194b4-c809-6f93-e422-f0e26d628514 v=2]

Sumber

08/09/2011#

Katalog “Massroom Project”

[issuu width=500 height=355 embedBackground=%23ffffff shareMenuEnabled=false printButtonEnabled=false backgroundColor=%23222222 documentId=090703095047-b1cc3157af93475ea27d16c3a1c2e0ed name=massroom-project-catalogue username=forumlenteng tag=jurnal%20footage unit=px id=5bc3d22e-48a1-d099-c7b9-708c5a169283 v=2]

08/09/2011#

Think Quarterly

[issuu width=500 height=307 embedBackground=%23ffffff shareMenuEnabled=false backgroundColor=%23222222 documentId=110324123903-e805e6aca0a44b018844511f059058c6 name=01-data username=thinkquarterly tag=data unit=px id=b962b479-7e34-6922-8623-efa9a7fb9d24 v=2]